Minggu, 25 Desember 2011

Dilema Fisik Tak Menghambat Prestasi Atlet PARAGAMES


Kendati glamor multievent ASEAN Paragames tidak sehebat SEA Games, atlet difabel Indonesia telah mengharumkan Merah Putih saat berlaga di ASEAN Paragames VI/2011, Solo, Jawa Tengah, 15–20 Desember 2011.

Itu dibuktikan atlet-atlet Merah Putih dengan menduduki runner-up setelah mengoleksi 113 medali emas,108 perak,dan 89 perunggu.Pencapaian itu merupakan terobosan meski belum berhasil menaklukkan dominasi Thailand yang tampil sebagai juara umum dengan membawa pulang 123 medali emas, 96 perak, dan 73 perunggu. Prestasi itu patut disyukuri karena atletatlet Indonesia telah berjuang keras memberikan yang terbaik, termasuk atlet difabel Indonesia di ASEAN Paragames tahun ini.

Kendati dalam kondisi serba kekurangan,itu tak menghambat semangat mereka bertarung di medan laga. Hasilnya, luar biasa. Indonesia meraih prestasi terbaik di ASEAN Paragames sejak digulirkan pertama kali di Kuala Lumpur, Malaysia,2001.Merah Putih sebelumnya bercokol di peringkat 4 ASEAN Paragames III/2005, Manila, Filipina, dengan perolehan 30 medali emas, 26 perak, dan 20 perunggu.

Peringkat 4 ASEAN Paragames IV/2008, Nakhon Ratchasima, Thailand, setelah mengumpulkan 33 medali emas,25 perak, dan 18 perunggu.Posisi sama diraih Indonesia saat berlaga di ASEAN Paragames V/2009, Kuala Lumpur, Malaysia, dengan torehan 29 medali emas, 25 perak, 19 perunggu. Jika mengacu hasil di ASEAN Paragames dua tahun lalu, pencapaian medali Indonesia saat ini melonjak hampir 400%.

Prestasi itu jelas mengundang apresiasi pemerintah dengan memberikan bonus senilai Rp50 juta kepada peraih emas, Rp20 juta untuk peraih perak,dan peraih perunggu Rp10 juta.Tidak ketinggalan para pelatih yang mengantarkan atletnya meraih emas diberi penghargaan senilai Rp10 juta, perak Rp5 juta, dan perunggu Rp2,5 juta.

Namun,prestasi gemilang atlet-atlet difabel Indonesia bukan lantaran Indonesia berstatus tuan rumah ASEAN Paragames kali ini,tapi lebih pada keinginan mereka menunjukkan jati diri tak mau kalah dengan manusia normal dalam segi fisik. Mereka membuktikan kegigihan itu selama bertarung selama lima hari di Solo. Bahkan, di cabang olahraga (cabor) renang,atlet difabel Indonesia menorehkan tujuh rekor baru, seperti Daniel Carlos Pataya di nomor 50 meter gaya dada.

Keberhasilan Daniel jelas membanggakan,karena pencapaian itu merupakan hasil kerja kerasnya demi mengharumkan Indonesia di multievent tersebut.“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Mereka membuktikan tak mau kalah demi kejayaan Indonesia di multievent itu, ”kata Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Kegigihan mereka terlihat jelas saat mengikuti 11 nomor cabor yang diperlombakan di Solo.


Mereka terlihat energik di saat dihadang kekurangan fisik. Itu membuktikan mereka tak mau menyerah dengan ketangguhan atlet-atlet Thailand yang telah meraih juara umum sejak ASEAN Paragames II/2003, Hanoi, Vietnam. Terbukti,Indonesia hanya tertinggal 10 medali emas dari duta Negeri Gajah Putih tahun ini. Itu membuktikan kualitas atlet difabel Indonesia bisa bersaing saat mengikuti ASEAN Paragames VII/2013,  Naypyidaw,  Myanmar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar