Kamis, 05 Mei 2011

CSCW (Computer Supported Cooperative Work )


1. ABSTRAKSI
            Teknologi maklumat telah membawa perubahan dinamik dalam dunia pendidikan. Kini wujud satu teknologi kaloboratif yaitu CSCW ( Computer Supported Cooperative Works ) yang boleh diaplikasikan pada berbagai peringkat pendidikan seperti sekolah, maktab temasuk institusi pengajian tinggi. Bidang ini senantiasa dikaitkan dengan factor masa dan tempat bagi aktiviti berkumpulan yang dijalankan secara berkaloboratif. Teknologi yang direkabentuk untuk menyokong CSCW dinamakan Groupware. Antara aplikasi Groupware adalah e- mail , papan bulletin, kumpulan masyarakat , kumpulan perbincangan, kalender, jadwal, dan organisasi kerja dimana elemen – elemen ini boleh didapati dalam sebuah portal. Portal mampu meningkatkan inovasi dan produktiviti sebuah organisasi termasuk organisasi pendidikan dimana ia membantu komunikasi dan kalaborasi. Penciptaan dan pengkongsian pengetahuan, mewujudkan social – capital di kalangan ahli komuniti serta capaian ke atas repository pengetahuan. Penggunaan portal dalam dunia pendidikan memberi implikasi positif dari berbagai aspek. Walau bagaimana pun, implikasi ini hanya boleh dicapai sekiranya digunakan secara optimum dan efisien.
2. INTRODUCTION
Bidang pendidikan telah lama diterima sebagai tunggak pembangunan ekonomi karena ini dilihat sebagai perkembangan kepada masyarakat berilmu dan berakhlak mulia. Dalam konteks pendidikan, teknologi maklumat telah mebawa perubahan baru dalam suasana pembelajaran di mana ia digunakan sebagai suatu kaedah untuk menyebarkan maklumat kepada pendidik dan pelajar ( mahasiswa, dll ). Kedatangan alat baru yang disertai dengan ledakan teknologi maklumat dan komunikasi memberikan tekanan kepada perlunya perubahan radikal dalam dunia  pendidikan. Bermula dengan pengajaran menggunakan papan hijau dan kapur, beralih kepada pembelajaran dan pengajaran dengan bantuan menggunkan computer. Kini salah satu wujud teknologi kolaboratif dalam bidang pendidikan yaitu adalaha CSCW ( Computer Supported Cooperative Works ). CSCW boleh diaplikasikan pada bebagai peringkat pendidikan seperti di sekolah, universitas, maktab termasuk institusi pengajian tinggi, dll.
3. PEMBAHASAN
3.1 Pengertian CSCW
          CSCW (Computer Supported Cooperative Work) adalah cara merancang suatu sistem yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan bagaimana memahami dampak suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka walaupun secara geografis dipisahkan. CSCW juga merupakan suatu sistem yang mendukung pekerjaan groupware.
Dan tujuan dari CSCW itu sendiri adalah menetapkan beberapa landasan umum dan untuk memudahkan interaksi dan pemahaman, Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi, Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.

3.2 Pembahasan Mengenai Bagian – Bagian Pada CSCW
CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:
A.   Komunikasi face-to-face
  • Bentuk komunikasi yang primitif (dalam hubungannya dengan teknologi)
  • Mekanisme komunikasi yang sangat kompleks
  • Tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata

Lalu di dalam pembahasan Komunikasi face-to-face terdapat beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan computer-mediated communication:
1. Back channel
2. Grounding constraint
3. Turn taking
4. Konteks
5. Hypertext
Setelah ini di dalam pembahasan mengenai face-to-face ini, disini akan menjelaskan tentang beberapa bagian seperti Percakapan, Struktur Percakapan, Konteks, Breakdown, dan Speech act theory yang akan dijelaskan di bawah ini.
B.   Percakapan
Tiga fungsi teori percakapan dalam CSCW:
  1. digunakan untuk menganalisa catatan (transkrip), mis. konferensi elektronik. Ini akan membantu memahami seberapa baik partisipan menyalin dengan komunikasi elektronik.
  2. digunakan sebagai petunjuk untuk keputusan desain. Pemahaman percakapan normal antar manusia menghindari kesalahan besar dalam perancangan media elektronik.
  3. dapat digunakan untuk mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan teori.
Yang harus diperhatikan dalam percakapan :
1.      Struktur percakapan dasar
Pada tingkat yang lebih tinggi, struktur percakapan dapat dilihat sebagai urutan giliran, biasanya pergantian di antara partisipan.
       2. Konteks                                 
Setiap ucapan dan fragmen dari percakapan sangat tergantung pada konteks yang digunakan untuk menghilangkan ambiguitas dari ucapan.
Ada 2 tipe konteks dalam percakapan:
1. konteks internal, tergantung pada ucapan sebelumnya.
2. konteks eksternal, tergantung pada lingkungan.
        3. Breakdown
Breakdown dalam komunikasi terjadi apabila terdapat perbedaan fokus dari pembicara dan pendengar. Breakdown ini dapat diperbaiki dengan pertanyaan atau ucapan dari pembicara/pendengar yang dapat menimbulkan fokus dialog yang sama.
         4. Speech act theory
Merupakan suatu analisis yang detail dari struktur percakapan, biasanya digunakan untuk memberikan petunjuk dalam perancangan Coordinator, yaitu sistem email terstruktur yang komersial.
C.    Komunikasi Berbasis Teks
  • Dalam groupware yang asynchronous (dan beberapa sistem synchronous), bentuk komunikasi langsung yang dominan adalah berbasis teks.
  • Komunikasi berbasis teks dalam sistem groupware seperti tiruan dari percakapan, sehingga terdapat beberapa masalah dalam mengadaptasi antara 2 media.
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
1. discrete; pesan langsung seperti dalam email
2. linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
3. non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
4. spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi
Beberapa masalah yang timbul dalam komunikasi berbasis teks:
1. Back channel
  • Kehilangan back channel dan nada suara serta bahasa tubuh pembicara.
2. Grounding constraint
  • Adalah sifat dari channel dimana para pembicara berkomunikasi, meliputi:
1. cotemporality; ucapan didengar segera setelah diucapkan
2. simultaneity; partisipan dapat mengirim dan menerima pada waktu yang bersamaan
3. sequence; ucapan-ucapan diurutkan
  • Dalam sistem berbasis teks, partisipan yang berbeda dapat menyusun simultaneously, tapi kurang cotemporality.
3. Turn taking
  • Tidak adanya back channel menimbulkan kesulitan bagi pendengar untuk menginterupsi percakapan (turn-taking).
4. Konteks
  • Hilangnya back channel dan kemungkinan giliran yang overlapping, menyebabkan sulitnya menentukan konteks dari ungkapan tekstual.
5. Hypertext
  • Berkurangnya langkah dari percakapan berbasis teks berarti bahwa partisipan dipaksa untuk meningkatkan granulity pesan.
  • Ini dapat diatasi dengan pesan multiplexing.
D.   Kerja Kelompok
Perilaku kelompok lebih kompleks terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam kelompok. Dan dalam Kerja kelompok terdapat beberapa bagian , yaitu :
1.       Dinamika kelompok
  • Peran dan hubungan di dalam kelompok dapat berubah secara dramatis dalam suatu kurun waktu saat melaksanakan suatu pekerjaan.
  • Nama peran seseorang dapat menimbulkan masalah, mis. seorang disebut penulis buku tapi sebenarnya ia hanya memberikan ide dan komentar tapi tidak menulis satu kata pun.
  • Anggota dan struktur kelompok juga dapat berubah setiap saat. Dengan keluar atau masuknya anggota dalam kelompok dapat mengubah perilaku kelompok.
  • Sistem groupware dapat membantu dengan cara mencatat sejarah dari kelompok.
  •  Perancang groupware harus menyadari bahwa anggota baru dapat masuk dalam kelompok dan mendesain software sesuai dengan kelompok.
  •  Kelompok dapat dibagi dalam beberapa sub-kelompok yang bekerja secara mandiri dan kemudian membagikan hasilnya kepada sub-kelompok lainnya.
2.       Layout Fisik
·         Orientasi peralatan komputer dapat mempengaruhi kerja kelompok.
·         Semua partisipan harus bisa saling melihat satu sama lain.
·         Pada ruangan pertemuan elektronik:
o   Manajer tidak harus duduk di depan karena layar yang di depan dapat dikontrol dari semua terminal
o   Manajer lebih baik duduk di belakang sehingga mereka bisa mengamati para peserta tanpa harus melepaskan pandangan dari layar

3.        Kognisi Terdistribusi
·         Berpikir tidak hanya terjadi di dalam kepala, tetapi juga dalam hubungan eksternal dengan benda-benda di dunia dan dengan orang lain. Pandangan ini disebut kognisi terdistribusi.
·         Kognisi terdistribusi memiliki pengaruh besar pada cara melihat kerja kelompok bahkan kerja individual.
·         Dalam hal ini perlu adanya mediating representation, yang merupakan alat komunikasi antara kelompok dan perwujudan nyata dari pengetahuan kelompok serta membentuk pengetahuan kelompok yang baru.
·         Dalam perancangan groupware yang efektif, desainer perlu memusatkan analisisnya pada situasi kelompok saat itu dan merancang groupware pada representasi eksternal yang dapat digunakan oleh seluruh partisipan.

4. HASIL
Contoh yang digunakan pada CSCW adalah:
• Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek                                                    
• Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
• Programmer suatu sistem secara bersamaan
• Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi
• Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay
Tiga fungsi teori percakapan dalam CSCW:
  1. digunakan untuk menganalisa catatan (transkrip), mis. konferensi elektronik. Ini akan membantu memahami seberapa baik partisipan menyalin dengan komunikasi elektronik.
  2. digunakan sebagai petunjuk untuk keputusan desain. Pemahaman percakapan normal antar manusia menghindari kesalahan besar dalam perancangan media elektronik.
  3. dapat digunakan untuk mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan teori.

5. PENUTUP
KESIMPULAN
CSCW ( Computer Supported Cooperative Work ) adalah cara merancang suatu sistem yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan bagaimana memahami dampak suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka walaupun secara geografis dipisahkan. CSCW juga merupakan suatu sistem yang mendukung pekerjaan groupware. Lalu pada pembuatan CSCW ini mempunyai suatu tujuan untuk menetapkan beberapa landasan umum dan untuk memudahkan interaksi dan pemahaman, Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi, Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan. Jadi CSCW ini dikarakteristikan oleh “kebutuhan akan ruang kerja (workingspace), Workingspace adalah domain tempat aktivitas-aktivitas berikut berlangsung: communication space, scheduling space, sharing space, dan product space
 
REFERENSI
  • BUKU : INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER (PENERBIT Univ. GUNADARMA)
  • www.google.com
  • www.wikkipedia.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar